Panel surya yang beroperasi di pabrik Liku Telaga, anak usaha PT Lautan Luas Tbk, di Gresik, Jawa Timur.
Beralih ke energi terbarukan membutuhkan perhitungan yang cermat bagi perusahaan terbuka. Investasi untuk mengurangi emisi harus dipertimbangkan bersama kebutuhan ekspansi dan biaya operasional. Perusahaan juga perlu menunjukkan hasilnya kepada investor.
Persoalan ini menjadi relevan menjelang 2027, ketika Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2 mulai berlaku efektif. Selain menyiapkan pendanaan, perusahaan perlu memastikan data konsumsi energi dan pengurangan emisinya dapat ditelusuri.
Risiko biaya energi turut menjadi perhatian dunia usaha. EY CEO Outlook 2026 mencatat, 46 persen CEO yang disurvei secara global menilai bisnis mereka akan menghadapi tekanan signifikan jika gejolak harga energi berlangsung lama. Kondisi ini menempatkan pengelolaan energi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan bisnis.